Empat Kecantikan Besar Kuno Tiongkok: Sejarah dan Legenda

Kecantikan sebagai Kekuatan Sejarah

Tradisi Tiongkok menyebutkan empat wanita sebagai kecantikan terbesar dalam sejarah — 四大美女 (sì dà měinǚ): Xi Shi, Wang Zhaojun, Diao Chan, dan Yang Guifei. Masing-masing konon memiliki kecantikan yang begitu ekstrem sehingga mempengaruhi alam itu sendiri. Dan masing-masing — menurut legenda — mengubah nasib kerajaan. Hal ini selaras dengan Wu Zetian: Bagaimana Satu-Satunya Perempuan Kaisar Tiongkok Merebut dan Mempertahankan Kekuasaan.

Namun, kisah mereka jauh lebih kompleks daripada label "wanita cantik" yang disarankan. Ini adalah narasi tentang kekuasaan politik, politik seksual, pengorbanan, dan tradisi sastra Tiongkok yang tidak nyaman dalam menyalahkan bencana nasional pada kecantikan wanita daripada pada pria yang memiliki kekuasaan nyata.

Xi Shi: Kecantikan yang Menenggelamkan Sebuah Kerajaan

Xi Shi (西施, sekitar abad ke-5 SM) hidup selama periode 春秋 (Chūnqiū) — Periode Musim Semi dan Musim Gugur — ketika kerajaan Wu dan Yue sedang bersaing sengit di wilayah yang kini menjadi provinsi Zhejiang. Setelah Raja Goujian dari Yue dikalahkan dan dipermalukan oleh Raja Fuchai dari Wu, Goujian merancang strategi balas dendam jangka panjang yang meliputi pengiriman Xi Shi — konon seorang wanita muda dari desa pencuci sutra — ke istana Fuchai sebagai hadiah.

Rencana itu berhasil. Fuchai menjadi begitu terpesona oleh Xi Shi sehingga ia mengabaikan pemerintahan dan kesiapan militer. Goujian membangun kembali kekuatannya selama gangguan tersebut dan akhirnya menaklukkan Wu pada tahun 473 SM. Kecantikan legendaris Xi Shi digambarkan sebagai "沉鱼" (chényú, "ikan yang tenggelam") — ikan akan lupa untuk berenang dan tenggelam saat melihat bayangannya.

Apa yang terjadi pada Xi Shi setelah itu bervariasi tergantung sumbernya. Beberapa versi menyebutkan bahwa ia ditenggelamkan oleh istana Yue untuk mencegah kecantikannya menyebabkan masalah lebih lanjut. Versi lain mengatakan ia pensiun untuk hidup tenang dengan kekasihnya yang asli, Fan Li. Apapun akhirnya, membawa pesan implisit yang sama: kecantikan pada wanita adalah berbahaya dan harus dikendalikan.

Wang Zhaojun: Pengantin Stepa

Wang Zhaojun (王昭君, sekitar 50–15 SM) adalah seorang wanita istana di harem Kaisar Yuan dari Dinasti Han (汉朝 Hàn Cháo). Menurut legenda, kaisar memilih selir dari potret yang dilukis oleh seniman istana, dan seorang pelukis korup bernama Mao Yanshou sengaja melukis Wang Zhaojun sebagai wanita biasa — entah karena ia menolak menyuapnya atau hanya karena kebencian semata.

Kaisar tidak pernah memanggilnya. Kemudian, ketika konfederasi nomaden Xiongnu (匈奴) meminta pengantin Tiongkok sebagai bagian dari perjanjian damai (和亲 héqīn, "pernikahan aliansi"), kaisar memilih Wang Zhaojun dari daftar wanita yang tidak pernah ia temui. Hanya ketika ia muncul di upacara perpisahan, ia menyadari kecantikan sejatinya — tetapi sudah terlambat untuk menarik kembali janji tanpa menghina Xiongnu.

Wang Zhaojun melakukan perjalanan ke utara ke stepa, menikahi chanyu (单于, pemimpin) Xiongnu, dan menjalani sisa hidupnya di perbatasan. Kecantikannya digambarkan sebagai "落雁" (luòyàn, "angsa yang turun") — angsa liar akan lupa untuk terbang dan jatuh dari langit saat melihatnya.

Kisahnya adalah yang paling menyentuh di antara keempat wanita ini. Sebuah kisah nyata...

Tentang Penulis

Pakar Sejarah \u2014 Sejarawan yang mengkhususkan diri dalam sejarah dinasti Tiongkok.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit