Empat Penemuan Hebat: Bagaimana Tiongkok Mengubah Dunia

Empat Penemuan, Empat Revolusi

Empat Penemuan Besar (四大发明 - sì dà fāmíng) dari Cina kuno adalah kertas, pencetakan, bubuk mesiu, dan kompas. Bersama-sama, mereka memfasilitasi empat revolusi: revolusi informasi (kertas dan pencetakan membuat pengetahuan murah dan mudah dibawa), revolusi militer (bubuk mesiu mengakhiri era benteng bertembok dan ksatria bersenjata), serta revolusi navigasi (kompas memungkinkan perjalanan di lautan terbuka).

Francis Bacon, yang menulis pada tahun 1620, mencatat bahwa ketiga teknologi ini — ia tidak tahu bahwa semuanya berasal dari Cina — "telah mengubah seluruh wajah dan keadaan segala sesuatu di seluruh dunia." Dia benar. Dan fakta bahwa keempatnya berasal dari Cina adalah salah satu fakta yang paling berpengaruh dalam sejarah dunia.

Kertas: Membuat Pengetahuan Menjadi Murah

Sebelum Cai Lun (蔡伦 - Cài Lún), seorang 宦官 (huànguān) — kasim istana — menyempurnakan pembuatan kertas sekitar tahun 105 M pada masa Dinasti Han (汉朝 - Hàn Cháo), pilihan untuk merekam informasi sangat buruk. Pita bambu berat — sebuah surat pendek berbobot beberapa kilogram. Sutra ringan tetapi mahal — hanya orang kaya yang mampu menulisnya. Tablet tanah liat (digunakan di Mesopotamia) tahan lama tetapi tidak dapat dipindahkan. Papirus (digunakan di Mesir) rapuh dan terbatas secara geografis. Telusuri lebih lanjut: Jalur Sutra: Jalan Raya Kuno yang Menghubungkan Timur dan Barat.

Proses Cai Lun — memukul kulit kayu, rami, kain bekas, dan jala ikan menjadi bubur, menyebarkannya di layar, dan mengeringkannya — menghasilkan permukaan tulisan yang murah, ringan, halus, dan dapat diskalakan. Teknologi ini menyebar sepanjang 丝绸之路 (Sīchóu zhī Lù, Jalur Sutra): ke Asia Tengah setelah Pertempuran Talas (751 M), ke Baghdad pada tahun 790-an, ke Spanyol pada tahun 1150, dan ke Italia pada tahun 1270.

Dampaknya mengalir: kertas murah memungkinkan buku murah; buku murah memungkinkan pendidikan yang luas; pendidikan yang luas memungkinkan pemerintahan birokratis dan akhirnya melek huruf massal. Sistem ujian 科举 (kējǔ) — yang mengharuskan calon untuk menghasilkan volume teks tertulis yang sangat besar — tidak akan mungkin tanpa ketersediaan kertas yang melimpah.

Pencetakan: Menggandakan Pengetahuan

Pencetakan dengan blok kayu muncul pada masa Dinasti Tang (唐朝 - Táng Cháo), dengan buku bercetak tertua yang masih ada hingga kini adalah Sutra Berlian (868 M). Pada masa Dinasti Song (宋朝 - Sòng Cháo), penerbit Cina memproduksi buku dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya — sutra Buddha, klasik Konfusianisme, ensiklopedia, manual pertanian, dan fiksi populer.

Bi Sheng (毕昇 - Bì Shēng) menemukan tipe bergerak sekitar tahun 1040 M, menggunakan potongan karakter keramik individual yang dapat disusun, diinkui, dicetak, dan disusun ulang. Konsepnya brilian; penerapannya pada bahasa Cina terbatas oleh ribuan karakter yang ada. Penerbit Korea kemudian menciptakan tipe bergerak logam (sekitar 1234), menyempurnakan konsep Cina.

Apakah Gutenberg (sekitar 1440) mengetahui tentang tipe bergerak dari Cina dan Korea masih diperdebatkan. Konsep potongan tipe yang dapat digunakan kembali dan disusun ulang — inovasi inti — adalah Cina. Kejeniusan Gutenberg adalah mengoptimalkan teknologi tersebut, menjadikannya lebih efisien dan menghasilkan buku dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Tentang Penulis

Pakar Sejarah \u2014 Sejarawan yang mengkhususkan diri dalam sejarah dinasti Tiongkok.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit